Rabu, 18 Maret 2015

Tugas Puisi



Ceated : 22th of Feb 2014
Bintangku
By rhanie
Tak sengaja melihatmu
Mungkin itu adalah takdir
Karena dengan melihatmu
Membuat hariku berwarna

Pertama aku melihatmu, aku suka
Segala sesuatu yang ada pada dirimu, aku suka
Matamu, aku suka
Wajahmu, aku suka

Sikapmu pun, aku suka
Karena di mataku kau begitu sempurna
Kau adalah bintang paling terang di hatiku
Dan paling terang di dalam hidupku

Aku harap sinarmu takkan pernah pudar
Aku harap dirimu selalu bersinar terang
Menyinari setiap hari-hariku
Dan akan tetap abadi selamanya        

Aku selalu memujamu
Aku selalu menyukaimu
Ku sebut namamu di setiap hariku
Ku sebut namamu di setiap kesenanganku
Aku mengagumimu selamanya.

Penyesalan
By rhanie
Sesungguhnya tiada kata yang bisa ku ungkapkan kepadamu
Tiada kata yang bisa mewakili penyesalanku yang mendalam kepadamu
Terlalu malu diriku bahkan jika harus bertatap muka denganmu
Penyesalanku mungkin takan pernah bisa mengobati rasa sakitmu

Rasa sakitmu karena keegoisanku
Karena keputusanku yang membuatmu terluka
Sesungguhnya bukan hanya kamu yang terluka
Akupun sama terlukanya seperti dirimu

Bisakah kita haya melewati masalalu
Karena di masalalu yang ada hanyalah kenangan
Dan kenangan takkan bisa kita ulangi kembali
Karena waktu hanya berlalu dan takkan pernah bisa di ulangi

Apakah dirimu sekejam itu?
Membiarkanku terombang-ambing rasa bersalah kepadamu
Akankah dirimu membiakanku?
Membiarkanku mersakan rasa sakit yang sama untuk kedua kalinya

Maafkanlah diriku atas semua kesalahanku
Bebaskanlah diriku dari rasa bersalah yang menyiksa diri ini
Aku tahu dirimu..
Dirimu takkan pernah membiarkanku tersiksa.

Kau dan aku
Karya: gubahan R.
Kau seperti matahari yang dengan pongahnya bersinar terang
Kau bagaikan bulan yang akan menerangi malam dari kegelapan
Kau bagaikan ombak yang dengan kuatnya menerjangi batu karang
Kau bagaikan lautan yang terhampar luas di dunia

Sedangkan aku?
Aku hanyalah batu kerikil di jalan yang keberadaannya bahkan tak disadari
Bagaikan angin yang datnag berhembus dan kemudian menghilang
Bagaikan lilin yang bahkan sinarnya pun tak  dapat menjangkau kegelapan yang luas

Kau dan aku bagaikan bumi dan langit
Bagaikan pungguk yang merindukan rembulan
Bagaikan air dan api
Bagaikan air dan minyak

Kau dan aku...
Bagaikan burung yang terkurung di dalam sangkarnya
Merana menginginkan kebebasan
Yaitu terbang di langit biru yang luas

Apakah kita takkan pernah bersatu
Perbedaan kita terlalu banyak
Mungkinkah akan ada keajaiban yang akan mempersatukan kita
Dan akhirnya memeiliki akhir cinta yang bahagia



Tidak ada komentar:

Posting Komentar